Tidak Melampaui Batas Dalam Berdoa

TIDAK MELAMPAUI BATAS DALAM BERDO’A

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

PENJELASAN AYAT [1]

Perintah Untuk Berdoa
Seorang muslim membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap saat. Penghambaan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mutlak harus dikerjakan. Berdoa merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh seorang hamba untuk membuktikan kebutuhannya kepada Allah. Dan sebagai bukti ketundukan dirinya kepada Rabbul-’Alamîn (Dzat Yang Maha Menguasai alam semesta).

Baca lebih lanjut

Iklan

Salahkah Aku Jika Tidak Mengikuti Kebanyakan Orang?

Bismillah

“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116)

Salahkah aku jika tidak mengikuti kebanyakan orang
Dimana kebanyakan mereka mendaki gunung emas
Tak terlihat baginya puncak bertepi
Sehingga ia lupa harus kembali menapaki kerendahan
Baca lebih lanjut

16 Kesalahan Aksi Pengeboman

Aksi pengeboman yang dilakukan oleh kelompok tertentu dan juga orang-orang yang melampaui batas (dzalim) yang memiliki pemikiran yang sesat itu merupakan tindakan dosa dan termasuk perbuatan aniaya dan permusuhan, serta mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Tindakan ini juga menyelisihi ajaran Islam yang lurus. Baca lebih lanjut

KH. Makhrus Ali, Mantan Kyai NU yang Mendakwahkan Sunnah di Kalangan Nahdhiyin

“Tahlilan merupakan budaya agama Hindu, hal ini dibuktikan dengan ungkapan syukur dari pendeta dalam sebuah acara berikut ini, “Tahun 2006 silam bertempat di Lumajang, Jatim diselenggarakan kongres Asia penganut agama Hindu. Salah satu poin penting yang diangkat adalah ungkapan syukur yang cukup mendalam kepada Tuhan mereka karena bermanfaatnya ajaran agama mereka yakni peringatan kematian pada hari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 40, 100, 1000 dan hari matinya tiap tahun yang disebut geblak dalam istilah Jawa(atau haul dalam istilah NU-ed) untuk kemaslahatan manusia yang terbukti dengan diamalkannya ajaran tersebut oleh sebagian umat Islam” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.23) Baca lebih lanjut

Peneliti Hadits Melecehkan Ulamanya?

Apabila Anda membaca sekilas tentang judul yang saya buat di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya, “memang ada peneliti hadits yang berbuat seperti itu?” Maka bisa kita jawab, jika penelitinya memiliki manhaj yang menyelisihi para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mungkin akan ada deretan nama-nama yang keluar. Tidak perlu saya sebutkan, karena bahasan kita kali ini bukan menyangkut hal itu.

Tapi jika yang kita maksud adalah dia seorang peneliti yang kita kenal bermanhaj salaf, maka akan keluar satu nama, beliau adalah….al-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat -semoga Allah menjaganya-. Ups, benarkah?!

Tunggu dulu, itu hanyalah kesimpulan yang terlalu terburu-buru dan dipaksakan, yang Baca lebih lanjut