Peneliti Hadits Melecehkan Ulamanya?

Apabila Anda membaca sekilas tentang judul yang saya buat di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya, “memang ada peneliti hadits yang berbuat seperti itu?” Maka bisa kita jawab, jika penelitinya memiliki manhaj yang menyelisihi para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mungkin akan ada deretan nama-nama yang keluar. Tidak perlu saya sebutkan, karena bahasan kita kali ini bukan menyangkut hal itu.

Tapi jika yang kita maksud adalah dia seorang peneliti yang kita kenal bermanhaj salaf, maka akan keluar satu nama, beliau adalah….al-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat -semoga Allah menjaganya-. Ups, benarkah?!

Tunggu dulu, itu hanyalah kesimpulan yang terlalu terburu-buru dan dipaksakan, yang diambil oleh orang [kalau tidak mau disebut dia dan yang sepemahaman dengannya] yang  secara dzahir memiliki kebencian yang tidak pada tempatnya.  Pertama kali saya mendapati tulisan semacam ini dari komentar al-Ustadz Abu Mas’ud -hafidzahullah- terhadap perkataan al-Ustadz tersebut. Tapi saat saya lacak kembali, qoddarullah tidak ketemu, yang kemudian sampailah saya tertuju pada arikel yang diposting ulang oleh Cak Dul Gopur -Allahu Yahdihu-. Inilah cuplikan kalimat dari Ustadz Abdul Hakim yang mereka permasalahkan:

Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta, [ustadz, Ad-] Abdul Hakim Abdat menjawab:
LIPIA bagus, antum sudah pernah ke LIPIA belum? Saya 20 tahun di LIPIA, sejak berdirinya LIPIA sampai sekarang saya di situ. Saya tahu sampai sekecil-kecilnya! Bagus, banyak.

Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau ikhwani?
[ustadz, Ad-] Abdul Hakim Abdat : Tentu, di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah, KSA, red) di sana banyak juga yang ikhwani sebagiannya. Di Jami’ah, nggak kepalang tanggung, LIPIA, ini Jami’ah, di (ma’had, red) Syaikh Muqbil juga banyak, sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu atas manhaj salaf. Saya kenal orang perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!

Dari kalimat yang saya cetak tebal itulah, kalangan yang memang sedari awal memusuhi Ustadz Abdul hakim seakan-akan mendapat angin segar, “Inilah buktinya!!”. Sehingga tanpa basa-basi lagi, ucapan beliau dicela dan dijadikan bahan tertawaan, tanpa ada tegur sapa sebagai upaya menasehati beliau terlebih dahulu. Setidaknya, itu sebatas apa yang saya ketahui. Allaahu A’lam.

Tapi tidakkah kita tahu, kita tidak mensucikan seorang pun di dunia ini dari dosa dan khilaf, kecuali Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita mengetahui dalam hal ini, telah menyusup beberapa orang munafik di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan mereka berjumlah sedikit! Lalu bagaimana dengan manusia selain beliau?! Tentu lebih mungkin lagi.

Asy-Syaikh Rabi’ -hafidzahullah- pun memiliki perkataan serupa dengan apa yang kita bicarakan, yaitu ketika beliau  memberikan nasehat kepada Salafiyyin Yaman pada tanggal 17/4/1429 H. Berikut kutipan perkataan beliau -hafidzahullah-:

Suatu ketika Syaikh Muqbil menelepon aku, beliau berkata: “Telah sampai berita kepadaku bahwa engkau berkata di halaqah-halaqah kami ada hizbiyyun!,” Maka saya menjawab: “Saya tidak mengingat kalau saya mengatakan itu, namun saya ingin mengatakan kepadamu sekarang, iya!” Saya menekankan hal ini kepada engkau, bahwa sesungguhnya ahli fitnah mereka menempatkan teman dekat bagi setiap orang penting. Mereka menempatkan teman dekat untuk syaikh Al-Albani, teman dekat untuk syaikh Bin Baaz, teman dekat untuk para tokoh dan penguasa. Setiap ‘alim mereka menempatkan teman dekat, dengan tujuan agar mereka dapat mencapai tujuannya – melalui teman-teman dekat ini -. Kita tidak aman dari adanya penyusupan –wahai para ikhwah- walaupun berjumlah dua atau tiga di setiap front, dua atau tiga orang dari ahli fitnah yang disusupkan. Penghuni (markaz) Dammaj adalah orang-orang mulia, punya keutamaan, mereka Ahlus Sunnah. Ikhwan kalian di Yaman selatan juga mulia dan mereka Ahlus Sunnah. Namun kita tidak merasa aman bahwa disana ada yang disusupkan dari kalangan musuh, walaupun mereka berjumlah sedikit. Kita tidak menganggap itu mustahil, tidak ada yang menganggap hal ini mustahil kecuali orang yang tidak mengetahui sejarah Islam. Telah menyusup beberapa orang munafik di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan mereka berjumlah sedikit! Pada perang Uhud, Abdullah bin Ubay memisahkan diri bersama dengan 300 orang dari seribu (pasukan).

Dammaj yang didalamnya berjumlah lima ribu. Enam ribu, semuanya selamat tanpa ada penyusupan??! Tentu ada penyusupan! Demi Allah, mereka menyalakan dan mengobarkan api fitnah, di Yaman selatan (maksud beliau, yang bersama Syekh Abdurrahman) juga terdapat orang-orang yang disusupkan, dua atau tiga, kita tidak menghukumi atas seluruh ikhwan kita. Barakallahu fiikum.

Boleh jadi terdapat orang-orang yang disusupkan dari jama’ah Al-Ikhwan al-muslimun, atau dari jama’ah Abul Hasan, atau dari selain mereka dari jama’ah Al-Hikmah (cabang organisasi Ihya’ Turats di Yaman,pent), atau dari selain mereka –barakallahu fiikum- maka berhati-hatilah dari perkara-perkara ini.

Didalam pasukan Ali bin Abi Thalib pernah terdapat beberapa orang yang disusupkan –barakallahu fiikum- , mereka yang mengobarkan api fitnah dan menimbulkan pergolakan diantara para ikhwah dengan Ali radhiyallahu ‘anhu, dan bersama mereka sekelompok dari para sahabat dari satu arah, dan antara Zubair dan Thalhah radhiyallahu ‘anhuma dari arah yang lain –barakallahu fiikum-.

Kalian tahu? Itu di masa kejayaan (Islam)! Pada permulaan dakwah Salafiyyah. Lalu bagaimana dengan sekarang, mungkinkah kita merasa aman dari menyusupnya musuh-musuh, dari kalangan orang yang hendak memecah-belah kita ke dalam barisan-barisan kita?!! Barakallahu fiikum.[1]

_______Kutipan Sampai di Sini_________

Maka dengan samanya sebagian perkataan Asy-Syaikh Rabi’ dengan ucapan Ustadz Abdul Hakim terdahulu, apakah menyebabkan Cak Gopur juga akan mencela Asy-Syaikh sebagaimana dia -Allahu Yahdihu- telah mencela selain beliau? Kita harap tidak demikian. Karena orang yang arif akan banyak membenahi kekurangan diri sebelum membenahi kekurangan orang lain. Allaahu A’lam wal Musta’an.

________

[1] dari url http://darussalaf.or.id/

diambil dari : http://syababpetarukan.wordpress.com/2011/02/16/peneliti-hadits-melecehkan-ulamanya/

2 thoughts on “Peneliti Hadits Melecehkan Ulamanya?

  1. Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau ikhwani?
    [ustadz, Ad-] Abdul Hakim Abdat : Tentu, di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah, KSA, red) di sana banyak juga yang ikhwani sebagiannya. Di Jami’ah, nggak kepalang tanggung, LIPIA, ini Jami’ah, di (ma’had, red) Syaikh Muqbil juga banyak, sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu atas manhaj salaf. Saya kenal orang perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!

    dari kalimatnya aja sudah jelas : “di (ma’had, red) Syaikh Muqbil juga banyak”, juga banyak bukan berarti semuanya. Ada tapi tidak semuanya. Kalo kalimatnya adalah “di (ma’had, red) Syaikh Muqbil semuanya ikhwani” baru bisa dikatakan benar semuanya. Mungkin yang baca musti belajar bahasa Indonesia lagi kali. Jadi pikirannya gak selalu su’udzhan terus sama orang apalagi orang di luar kelompoknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s