Bekerja atau Menaati Suami?

Bekerja atau Menaati Suami?

ass.wr.wb …saya ibu …  anak umur … th, bekerja di perusahaan swasta dari sebelum saya menikah sya sudah bekerja tapi sebenarnya saya ingin keluar dari pekerjaan yg saya jalani diam dirumah menurus anak dan suami.suami juga menyuruh untuk berhenti berkerja,hanya sja hati saya masih takut jika hidup kekurangan karna suami saya penhasilannya tidak tetap/blm punya pekerjajan yg pasti,kadang sy suka menangis dan itu pasti membuat suami tersinggung bahkan sakit hati,bagaimana sikap yg harus sya lakukan? terima kasih wasalm wr.wb

wa ‘alaikis salam warahmatullahi wa barakaatuh

semoga rahmat Allah senantiasa menyertai ibu sekeluarga dan semoga Allah senantiasa membimbing langkah ibu untuk bertakwa kepada-Nya, amin.

Ibu yang semoga senantiasa dirahmati Allah .. kita wajib meyakini bahwa semua yang disyari’atkan Allah Ta’ala adalah baik dan untuk kebaikan kita. Syari’atnya adalah adil dan bijaksana. Dan kebaikan itu adalah dengan menaati syari’at-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu maka baginya kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan ia di hari kiamat dalam keadaan buta”.[1]

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma menjelaskan, “Allah menjamin bagi orang yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat”.[2]

Lihatlah wahai saudariku .. siapa yang telah menciptakanmu?

Siapa yang telah memberikan hidayah islam kepadamu?

Siapa yang telah menganugerahkanmu seorang suami yang engkau sayangi?

Siapa yang telah mengaruniahimu seorang anak yang menjadi belahan jiwamu?

Ya ..ya ..lisanmu mengatakan Allah!!

Benar saudariku. Dialah Allah yang telah menciptakan jin dan manusia bahkan alam semesta. Dan Dia pula yang mengatur rizki seluruh makhluk-Nya. oleh karena itu jangan pernah ragu dan khawatir akan rizki Allah jika engkau berhenti bekerja karena mematuhi Allah Ta’ala yang telah memerintahkanmu tinggal dirumah menjalankan tugas sebagai wanita muslimah, istri sekaligus ibu bagi anakmu.

Janganlah lupa bahwa, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah berikan untuknya jalan keluar dari segala permasalaha dan Allah berikan ia rizki dari arah yang tidak dia duga”.

Kepatuhanmu kepada suamimu yang mengingikanmu berhenti bekerja adalah salah satu bentuk ketakwaan kepada Allah. Karena Allah memerintahkanmu tinggal dirumah dan ta’at kepada suamimu.

Dan janganlah lupa bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan gantikan untuknya dengan yang lebih baik untuknya.

Qona’ah terhadap apa yang diberikan Allah melalui suamimu

Bersabar menjalankan agama Allah

Mematuhi suamimu

Mengurus rumah tangga

Mendidik anak-anak

Jauh lebih baik dari pada hidup berkecukupan tetapi suami merasa terabaikan

Anak-anak kurang kasih sayang

Rumah tangga terbengkalai

Yang berakibat munculnya berbagai percikan dan problema rumah tangga yang penyebab utamanya adalah tidak patuh kepada Allah dan Rasul-nya  dan tidak menaati suami.

Beri dukungan kepada suami untuk giat bekerja. Berikan masukan dan motivasi serta hargai setiap tetes keringatnya ..ketahuilah suamimu itu adalah surga atau nerakamu!!

Semoga Allah meneguhkan ibu dan suami ibu di atas agama Allah dan dilimpahkan rizki yang cukup dan halal, amin.

Akhuukum

Abuzzubair hawaary

 


[1] Thoha : 123-124.

 

[2] Ad-Durrul Mantsur (5/607).

Sumber : http://abuzubair.net/tanya-jawab/

3 thoughts on “Bekerja atau Menaati Suami?

  1. astagfirullah. itu jawaban yang sangat bagus. sampai2 aku tepaku mambaca solusi buat ibu tersebut. semoga ibu tersebut berada dalam pilihan yang benar. aku takjub membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s