TENTANG PEMBACAAN ALQUR’AN SECARA BERJAMAAH(Beramai-ramai dengan satu suara dan dikomandoi seseorang)

Alasan tentang bid’ahnya pembacaan AlQur’an secara
bersama-sama satu suara dan dikomandoi oleh seseorang.

1. Tidak terpeliharanya tartil

Padahal membaca Qur’an harus (wajib) dengan tartil,
sebagaimana firman Allah “Dan bacalah AlQur’an itu
dengan benar-benar tartil” (Al Muzammil : 4)

Bisakah kita menjaga pembacaan tartil dengan membaca
bersama-sama satu suara.

2. Bertentangan dengan firman Allah ” Dan apabila
dibacakan AlQuran maka dengarkanlah dia dan diamlah
sambil memperhatikan agar supaya kamu diberi rahmat
(Al A’raaf : 204)

3. Memutus-mutuskan ayat

Seseorang tertinggal di dalam bacaan , yang mungkin
tersebab tidak kuat nafasnya atau tersalah dalam
membaca sehingga ia didahului oleh kawan-kawannya,
lalu ia memutuskan ayat dan langsung mengikuti bacaan
kawan-kawannya.

4. Kesalahan tidak dibetulkan

Di antara pembaca ada yang bagus , sedang ataupun
terbata-bata sehingga ketika terjadi kesalahan tidak
sempat lagi untuk membetulkannya.

5. Pencampur bauran suara

Diantara pembaca ada yang bersuara bagus,sedang dan
biasa-biasa saja, ada juga yang jelek. Dengan membaca
bersama-sama maka akan terjadi pencampurbauran
sehingga merupakan gado-gado. Padahal Rosul telah
bersabda “Barang siapa yang tidak membaguskan suaranya
dalam (membaca) Al Qur’an, maka bukanlah ia dari
golongan kami (Hadits shohih riwayat bukhori)

Bukan dari golongan kami maksudnya bukan orang yang
mengkiuti sunah kami di dalam membaca Qur’an ini.

6. Terkadang-kadang bercampur antara ayat rahmat,
azab, perintah dengan larangan neraka dengan surga dan
berlangsung terus menerus dengan cara yang tidak
hormat thd ayat-ayat Allah

Rosul tidak pernah mencontohkan perbuatan semacam itu.

Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata : Nabi SAW pernah
berkata kepadaku, bacalh Al Qur’an untukku, maka aku
berkata “Ya Rosulullah , aku bacakan atasmu (Al
Qur’an) padahal kepadamu diturunkan?. Jawab Nabi SAW;
Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari selainku”
(Hadits sahih riwayat Bukhori dan Muslim)

Dan adalah para sahabat Nabi SAW apabila mereka
berkumpul, mereka memerintahkan satu orang diantara
mereka untuk membaca (Al Qur’an dan yang lain
mendengar.

Hadist dan atsar diatas menunjukkan:
1. Dalam pembacaan Al Quran ada yang membaca dan ada
yang mendengar. 2. Mendengarkan Qur’an merupakan
ibadah yang dicontohkan Rosul tetapi membaca
beramai-ramai satu suara tidak pernah ada contohnya
baik dari Rosul maupun para sahabat.

Penghukuman Bid’ah dalam masalh ini juga disampaikan
oleh:
Imam Malik, Imam Ibnu Taimiyyah, Adl Dlahak (Tabi’in)
dan banyak ahli hadits, tajwid dan ahli ilmu yang
membid’ahkan hal tersebut diatas.

Referensi : http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/10561

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s